Tanggal Hari Ini : 11 Dec 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Bunga Bank dan Keberanian Berwirausaha
Minggu, 14 Oktober 2018 06:48 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

(Catatan Wartawan WK, Lusi Efriani)

Ketika mengikuti sebuah program yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri Amerika beberapa tahun lalu, saya pernah melakukan perjalanan  ke Kantor Gubernur Illinois. Disini kami berdiskusi dengan Samreen Khan (Senior Policy Advisor and Governor”s Liaison to Asians and Muslims) juga dengan Iwona W. Bochenska (International Trade Specialist) yang ngantor di situ.  

Saya sempat berdiskusi dengan anak muda keturunan Pakistan(Samreen Khan) dan umurnya jauh dibawah saya, kira-kira 26 tahun. Selama berdiskusi saya kira dia adalah sekretaris Gubernur,  ternyata gadis ini adalah seorang ‘Penasehat Gubernur’.  Luar biasa, umur 26 tahun, tetapi memiliki jabatan sebagai  Penasehat Gubernur, disebuah negara bagian di AS.

Selama di AS, saya melihat banyak anak muda yang menduduki jabatan-jabatan penting. Berbeda dengan di Indonesia. Generasi muda di Amerika betul-betul di beri kesempatan untuk berkarya baik di pemerintahan maupun di sektor swasta.

Belum habis heran saya  saat berkunjung ke Illinois, saya diajak berkunjung ke Accion Chicago, sebuah lembaga keuangan yang membantu usaha kecil dan menengah (UKM) baik dalam pembiyaan maupun penyelenggaraan  training untuk mengembangkan UKM. 

Kunjungan ke Accion Chicago sebetulnya tidak ada dalam jadwal. Namun berkat bantuan Ean Johnson (U.S Economic Development Administration) kami dapat berdiskusi dengan Jonathan Brereton,  Chief Executive Accion Chicago.  Kantornya  yang sederhana namun rapi dan banyak sekali staf yang bekerja di kantor ini menandakan begitu banyak aktifitas yang dijalankan.

Accion Chicago adalah  lembaga bantuan UKM, merupakan  lembaga swadaya masyarakat/ LSM di AS. Banyak sekali para sukarelawan yang membantu lembaga keuangan ini.  Melalui keterangan  Jonathan  ini saya banyak mendapatkan pelajaran tentang dunia usaha di Amerika khususnya sektor UKM. Pemerintah Amerika juga menyadari bahwa UKM lah yang paling tahan terhadap krisis ekonomi, dan banyak sekali lembaga-lembaga sosial yang peduli terhadap sektor UKM. 

Bunga Bank dan Keberanian Berwirausaha, Lusi Efriani, pengusaha wanita di indonesia, bisnis ukm, usaha kecil menengah

Menurut Jon,  UKM adalah sektor penting yang perlu diperhatikan oleh negara, tak terkecuali Amerika yang notabene negara kampium kapitalis terbesar di dunia. Mengapa Indonesia tidak belajar banyak tentang hal ini?  UKM menyediakan lapangan kerja formal dan informal yang sangat banyak, juga menjadi sumber pekerjaan sector rumah tangga yang handal.

Perhatian terhadap UKM dapat dilihat dari bunga bank yang berlaku untuk UKM. Saya sempat membandingkan rate bunga bank untuk sektor UKM di beberapa negara. Dari pengalaman saya selama ini yang pernah berkunjung untuk melakukan study banding ke China, Malaysia, Singapora dan Amerika, saya sangat terkejut dengan rate bunga bank untuk pinjaman bagi para UKM, khususnya di Indonesia.

Ternyata rate bunga bank  untuk UKM yang tertinggi adalah di negara Indonesia. Di China rate bunga bank untuk UKM hanya berkisar 2-3 persen per tahun, di Malaysia bunga bank untuk UKM berkisar 3-4% per tahun, di Singapore berkisar hanya 2-3% per tahun, di Amerika 4-6%, sedangkan di Indonesia rate bunga bank  untuk sektor UKM mencapai 16-22% per tahun.

Sungguh ironis. Pantas saja UKM di Indonesia sangat sulit bersaing dengan produk negara lain. Jangankan untuk bersaing, untuk mempertahankan usaha saja cukup sulit dengan kondisi ekonomi sekarang ini.

Berharap sekali pemerintah Indonesia mengkaji ulang tentang rate bunga bank untuk para UKM ini, tetapi pasti itu tak mudah. Ada sudut pandang yang berbeda cara melihat UKM antara AS dan Indonesia. Tetapi mengapa rate bunga bank di negara-negara Asia bisa lebih murah sementara di Indonesia tidak? 

Satu hal lagi, ada perbedaan perlakuan perbankan  dan pemerintah terhadap pengusaha yang usahanya pernah pailit. Kalau di Indonesia sangat susah bagi para pengusaha UKM yang pernah bangkrut untuk memperoleh bantuan lagi dari pihak bank atau pemerintah. Bahkan bisa jadi malah di blacklist, beda sekali dengan di Amerika yang selalu memberikan “second chance” (negara memberikan kesempatan kedua) bagi para pengusaha UKM yang gagal untuk berusaha kembali atas bimbingan dan dukungan negara.

Di Amerika jika ada pengusaha yang gagal maka lebih diperhatikan oleh pihak pemerintah dan perbankan. Mereka akan membantu menganalisa apa penyebab kegagalan usaha dari seorang debitur dan mereka berusaha untuk mencarikan solusinya dan pihak perbankan tidak akan segan –segan untuk mengucurkan kembali dana agar pengusaha ini dapat bangkit kembali.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari