Tanggal Hari Ini : 11 Dec 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
RUPS Tahunan, Bank BTN Bagikan Deviden Rp605,49 miliar dan melakukan Perubahan Susunan Pengurus Perseroan
Selasa, 27 Maret 2018 03:18 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Jumat 23/3/2018 lalu mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Kantor Pusat Bank BTN, Jl, Gajah Mada, Jakarta Pusat. 

RUPS tersebut memutuskan untuk membagikan Rp 605,49 miliar atau sebesar 20 persen dari laba bersih perseroan Rp 3,027 triliun. Dengan dividen sebesar 20 persen, maka sebesar 80 persen laba ditahan perseroan atau setara dengan Rp 2,421 triliun akan dipakai modal tambahan untuk ekspansi kredit dan pengembangan usaha.

Penggunaan 80% laba bersih untuk ekspnasi kredit dan usaha tahun 2018 tidak lepas dari target 2018 yang dipasang bank yang sudah berdiri 68 tahun ini. Dengan pencapaian tahun 2017 yang berada di atas rata-rata perbankan nasional, Bank BTN tetap mampu menjaga pertumbuhan kredit di atas rata-rata industry., yaitu 22-24%.

Tahun 2017 lalu Bank BTN mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 21,01%. Peningkatan target kredit didasari atas  suksesnya program sejuta rumah yang makin diperkuat tahun ini, baik melalui skema Fasilitas likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) , subsidi selisih bunga, maupun bantuan perumahan berbasis tabungan (BP2PT).

RUPS Tahunan, Bank BTN, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan BTN

RUPS Tahunan, Bank BTN, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan BTN

Selain mematok pertumbuhan kredit yang tinggi, target DPK juga didorong tumbuh 19-22%. Sementara laba bersih diharapkan bisa tumbuh di atas 25% agar bisa mendorong peningkatan ekuitas sebesar 13-15% dibandingkan tahun 2017.

“Untuk mencapai target tersebut, kami sudah memasang setidaknya 9 strategi yaitu penguatan positioning kami di KPR dan contruction value chain, struktur pendanaan dan ratio CASA, meningkatkan pendapatan non bunga,  meningkatkan aasset recovery dan efektifitas penagihan, memperkuat permodalan, perbaikan kualitas SDM,  memperkuat infrastruktur IT dalam rangka penguatan digital banking, namun dalam strategi ini kami juga terus memperkuat manajemen risiko dan yang juga penting adalah pertumbuhan organic dengan pembentukan anak usaha,” ujar Direktur Utama Bank BTN, Maryono saat jumpa pers usai pelaksanaan RUPS di Jakarta beberapa waktu lalu.

Maryono menambahkan Bank BTN akan tetap melanjutkan rencana pendirian anak usaha sesuai dengan rencana bisnis perbankan melalui mekanisme penyertaan modal yang akan dilakukan pada bidang pembiayaan, manajemen investasi dan asuransi.

“Rencana tersebut tetap berjalan dan untuk permulaan kita bisa melakukan kerjasama  bisnis sambil memanti pendirian holding BUMN perbankan,” cetusnya.

Sesuai dengan strateginya untuk penguatan bisnis KPR, Bak BTN menargetkan bisa meraih dana segar dari FLPP untuk meluluskan target program sejuta rumah. Tahun ini Bank BTN menargetkan pembiayaan perumahan sebanyak 750.000 unit. Sekedar informasi Bank BTN kembali mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk turut serta dalam menyalurkan dana FLPP untuk membiayai ekspansi KPR Subsidi. Tahun ini, Bank yang menguasai 36,30% pangsa pasar KPR ini aktif menjemput bola dengan menggandeng perusahaan yang memayungi masyarakat berpenghasilan rendah untuk menabung di Bank BTN baik lembaga pemerintah maupun swasta.

Selain menyetujui Laporan Tahunan termasuk Pengesahan Laporan Keuangan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2017, penggunaan laba Perseroan untuk tahun buku 2017, Rencana Aksi (Recovery Plan) perseroan, persetujuan perubahan Rasio Kecukupan Dana (RKD) Dana Pensiun Perseroan, perubahan Anggaran Dasar Perseroan dan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN tahap I tahun 2017, RUPST Bank BTN memutuskan perubahan pengurus perseroan.

RUPST Bank BTN memutuskan perubahan pengurus perseroan dengan memberhentikan dengan hormat Adi Setianto sebagai Direktur IT & Operation. Andi Nirwoto diangkat sebagai Direktur IT & Operation dari posisi General Manager Operasional Teknologi Informasi Bank BNI.

Selain itu RUPST juga mengubah Nomenklatur jabatan anggota Direksi Perseroan dengan mengganti Direktur Collection Asset Management & Legal menjadi Direktur Collection & Asset Management, dan menambah jabatan Direktur Strategic Human Capital.

Adapun jabatan Direktur Collection & Asset Management dipegang oleh Nixon LP Napitupulu. Sementara untuk posisi Direktur Strategic Human Capital, RUPST mengangkat Yossi Istanto. RUPST juga memutuskan penambahan Komisaris dengan mengangkat Parman Nataatmadja.

“Kami berharap kinerja Perseroan akan lebih baik dengan kehadiran Andi Nirwoto dan Parman Nataatmadja sebagai bagian dari keluarga besar Bank BTN,” ujar Maryono.

 

Susunan terbaru dari Direksi Bank BTN dan Komisaris Bank BTN sebagai berikut :

Direktur Utama : Maryono

Direktur Finance & Treasury : Iman Nugroho Soeko
Direktur IT & Operation : Andi Nirwoto
Direktur Commercial Banking : Oni Febriarto Rahardjo
Direktur Strategy, Compliance & Risk : R Mahelan Prabantarikso
Direktur Collection, Aset Management : Nixon L.P Napitupulu
Direktur Consumer Banking : Budi Satria
Direktur Distribution & Network : Dasuki Amsir
Direktur Strategic Human Capital : Yossi Istanto

 

Komisaris
Komisaris Utama/ Independen : I Wayan Agus Mertayasa
Komisaris Independen : Kamaruddin Sjam
Komisaris Independen : Arie Coerniadi
Komisaris Independen : Arie Coerniadi
Komisaris Independen : Lucky Fathul Aziz Hadibrata
Komisaris Independen : Garuda Wiko
Komisaris : Sumiyati
Komisaris : Maurin Sitorus

Komisaris : Iman Sugema
Komisaris : Parman Nataatmadja

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari