Tanggal Hari Ini : 22 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Kapan Sebuah Perusahaan Memerlukan Kredit Perbankan?
Selasa, 24 Januari 2017 04:53 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Para pewirausaha dapat mempercepat dan memperbesar skala usahanya dengan cara melibatkan dukungan kredit dari perbankan. Bagi yang usahanya sudah mulai maju, keinginan untuk membeli ruko atau tempat berjualan secara tunai seringkali terkendala oleh modal yang terbatas. Namun bagaimana memperoleh timing yang tepat untuk mendapatkan kredit dari perbankan. Banyak jenis kredit, namun khusus kali ini yang dibahas adalah kredit property. Berikut tips untuk mendapatkannya.
Pertama, ukurlah kemampuan anda untuk mendapatkan kredit yang diinginkan. Kemampuan anda akan terlihat dari besaran pendapatan dan besaran pengeluaran. Salah satunya adalah melihat mutasi rekening untuk menilai pola konsumsi. Selain itu, akan menghitung Debt Buren Ratio, atau rasio hutang tehadap pendapatan. Umumnya bank menetapkan sepertiga, meski bukan berarti tidak ada yang melonggarkan. Dalam rumusan ini bank menetapkan, rasio seluruh cicilan terhadap pendapatan take home pay tidak boleh melebihi sepertiga.
Selain berdasarkan pengakuan calon debitur, bisa juga perbankan melakukan pengecekan ke pusat data di Bank Indonesia (BI). Pusat data di BI akan menyajuikan dengan jelas history debitur, status kredit, besaran kredit, besarnya cicilan, dan kualitas kredit, apakah lancar atau bermasalah.
Kedua, ukur track record anda. Apakah pernah masuk daftar hitam yang dikeluarkan BI, Asosiasi Penerbit Kartu Kredit, atau dari pengelola kartu kredit seperti Visa/Mastercard. Di sini, peran BI checking juga cukup dominan. Jika pernah menunggak kredit jangan berharap dapat memperoleh kredit apapun dari perbankan, sebelum masalah kredibilitas anda diselesaikan dengan baik.

Kapan Sebuah Perusahaan Memerlukan Kredit Perbankan, cara meminjam uang di bank, cara mendapatkan modal, cara mendapatkan investor

Ketiga, bank bukanlah rumah gadai atau lembaga lelang, sehingga pada dasarnya bank tidak menyukai untuk mengambil alih agunan. Selain biaya pengambilalihan itu cukup besar, tahapan nya juga sangat menyita waktu dan tenaga. Namun, Nilai Agunan menjadi hal sangat penting bagi bank sebagai “second way out” jika debitur ternyata default atau gagal bayar.

Siapkan Uang Muka
Banyak yang mempertanyakan mengapa Bank seringkali meminta Down Payment (DP) dalam jumlah besar (umumnya 20% rumah baru dan 30% rumah sekunder/rumah second). DP membantu bank dalam dua hal. Pertama, sebagai ikatan awal yang menciptakan “sense of belonging” bagi debitur, dengan rasa memiliki ini diharapkan debitur akan berusaha keras agar kreditnya tidak dengan mudah diabaikan dan menjadi macet.
Kedua, DP menjadi buffer bagi bank jika kredit macet. Seperti kita ketahui, ketika kredit menjadi macet, bank tidak mudah menjual kembali, karena menjual properti dibutuhkan waktu yang tidak sebentar, belum lagi biaya yang timbul akibat akuisisi bank atas rumah sebagai jaminan juga tidak sedikit. Dengan adanya DP diharapkan ketika bank menjual kembali rumah itu,, hasil penjualan bisa menutupi sisa hutang dan biaya-biaya yang timbul selama proses litigasi atau pengambialihan.
Nah jika anda memiliki usaha, dan ingin memperbesar skalanya, jangan abaikan ketiga hal di atas. Dan bersiaplah menjadi pebisnis hebat di masa mendatang.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari