Tanggal Hari Ini : 19 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Safir Senduk, Membangun Fundamental Ekonomi Keluarga yang Kuat
Selasa, 05 April 2016 04:25 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Kekuatan ekonomi sebuah bangsa tergantung sejauhmana elemen-elemen masyarakat, khususnya keluarga  memiliki fundamental ekonomi yang kuat. Prinsip-prinsip fundamental ekonomi keluarga yang kuat ditentukan seberapa jauh keluarga yang ada dalam masyarakat memahami fianansial literary  secara tepat, dan memahami finansial planning dengan benar.  Berikut petikan wawancara Safir Senduk dengan Majalah Wirausaha dan Keuangan, di suatu sore  akhir Maret 2016.

 

Saat ini ekonomi global, dan ekonomi Indonesia pada khususnya mengalami kontraksi yang cukup berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Indonesia, gejala semacam pelemahan ekonomi sudah mulai terasa?

 Gejala pelemahan ekonomi tahun ini disebabkan oleh dua faktor sekaligus,  yaitu faktor eksternal dan internal, dobble sekaligus. Dari eksternal, disebabkan oleh melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia, khususnya AS yang pertumbuhannya relative menurun dalam beberapa tahun terakhir,  yang berimbas pada eksport Indonesia yang (juga) turun. Faktor kedua, melemahnya ekonomi China yang juga menyebabkan hal yang sama.

Dampak menurunnya ekonomi China sangat terasa karena eksport  komoditas Indonesia ke China relative cukup besar. Sedangkan dari internal, minimnya investasi di dalam negeri menyebabkan permintaan produk dan jasa di dalam negeri juga menurun, terlebih jika faktor keamanan serta polemik-polemik politik yang meninggi, hal ini dapat mengganggu penguatan ekonomi Indonesia.

Saat ini Indonesia sedang mencari titik keseimbangan baru dengan adanya berbagai tekanan,  baik dari eksternal maupun internal yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah. Saya melihat adanya upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi oleh pemerintah, dengan kebijakan suku bunga, mendorong penguatan konsumsi domestik yang belum begitu banyak, dan berbagai kebijakan lainnya. Namun, melemahnya ekonomi China menjadi penyebab terbesar menurunnya ekonomi Indonesia.

safir senduk, motivator, narasumber literasi keuangan, pembicara fenomenal, masalah keuangan, konsultan perencana keuangan

Banyak kalangan dan pakar ekonomi menilai, masyarakat Indonesia masih belum memiliki literasi dan pengetahuan tentang financial planning yang benar, seperti apa yang dapat diharapkan jika literasi keuangan dapat dilakukan dengan baik?

Agak kontradiktif juga. Disisi lain untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri harus mendorong konsumsi domestik, namun disisi lain pelemahan ekonomi mendorong masyarakat berbelanja secara selektif. Masyarakat sudah mulai memilah dan memilih produk dan jasa yang dibutuhkan, bukan yang sekedar diinginkan.  Ilmu financial planning kan berbicara tentang itu, tentang perencanaan penggunaan uang. Masyarakat sudah mulai memahami berbelanja secara bijak sebagai dasar terbentuknya fundamental keuangan keluarga yang kuat.

 

Seperti yang banyak terjadi, para pengusaha mikro dan kecil menghadapi banyak kendala dalam berbagai hal dalam membesarkan usahanya, salah satunya modal, apa yang dapat dipersiapkan tentang upaya penciptaan modal bagi pengembangan usaha?

Saat ini masalah usaha mikro dan kecil isunya sudah bukan lagi pada modal, tetapi sudah mulai bergeser pada kreatifitas dan penggunaan teknologi. Kehadiran teknologi khususnya teknologi informasi begitu derasnya datang, dan itu tidak dapat dicegah, yang tidak kreatif dan tidak menyesuaikan diri akan tertinggal zaman. Namun era seperti ini cukup banyak memberikan pelajaran, setidaknya para pemilik bisnis UKM sudah harus berani bersaing sejak awal, berkompetisi yang ketat. Saya ingat kata-kata Presiden Jokowi, perusahaan nasional yang tidak terbiasa bersaing dapat dipastikan pasti lemah dan sulit berkembang. Masih ingat ketika Garuda hadir tanpa ada maskapai lain, demikian juga dengan Pertamina. Sekarang Pertamina berkembang karena kalau tidak berbenah pasti akan tergilas oleh perusahaan lain yang mulai hadir di Indonesia.      

 

Para startup atau pebisnis pemula juga memiliki beberapa kendala saat memulai bisnis. Menurut Anda, langkah apa yang paling tepat dalam mempersiapkan diri bagi para startup dan pebisnis pemula untuk mempersiapkan diri dengan baik?

Yang perlu diperkuat bagi para startup adalah mindset dan sikap mental. Harus ada revolusi mental yang didengungkan sejak awal. Sikap mau berbenah dan bersaing, mau bekerja lebih baik dan lebih cepat. 

           

Dalam beberapa buku yang anda tulis, terbersit perlunya perencanaan keuangan yang memadai bagi siapapun, termasuk bagi para pekerja jika ingin mencapai kekayaan atau keberhasilan, dimana benang merah yang dapat diperjelas tentang hal ini?

Perencanaan keuangan itu berujung pada action yang terencana tentang tujuan-tujuan yang diinginkan. Jika para pekerja menginginkan suatu hari nanti memiliki tabungan hari tua yang lebih baik, maka sejak awal harus dipikirkan untuk mulai menabung atau berinvestasi, semua bisa diukur. Pilihan-pilihannyapun bisa diukur.

 

Saat ini semakin banyak para karyawan atau pegawai meningkatkan kompetensi dan waktunya dengan mencari peluang atau penghasilan lain-lain (inside income atau passif income), dari kacamata seorang analis perencana bisnis, hal-hal mendasar apa yang harus diperhatikan dan perlu mendapat penekanan untuk mendapatkan inside income atau passif income yang prospektif?

Keinginan untuk mendapatkan inside income merupakan langkah yang baik, bisa dengan cara berinvestasi di berbagai instrument investasi, menabung, atau membuat usaha yang dapat dikelola bersama dengan orang lain yang memiliki waktu, namun bagi karyawan harus memiliki komitmen dan kesadaran bahwa bekerja di sebuah instansi atau lembaga juga memerlukan perhatian khusus. Jangan sampai keinginan mendapatkan inside income menurunkan prestasi sebagai karyawan.

 

Kembali pada perencana keuangan  bagi usaha skala mikro dan kecil. Banyak masyarakat menyepelekan pencatatan atau proyeksi bisnis dengan baik sehingga banyak yang terjerat pada hutang yang berlebihan atau bisnisnya kacau dan morat-marit. Prinsip-prinsip dasar apa yang harus diperhatikan dalam hal ini?

Pada prinsipnya pencatatan bisnis dilakukan untuk mengetahui detil pengeluaran dan pemasukan. Banyak pengusaha mikro dan kecil mencampuradukkan pengeluaran untuk usaha dengan pengeluaran pribadi, sehingga tidak diketahui mana uang untuk urusan perusahaan dan mana uang untuk urusan keluarga. Sangat susah untuk membatasi uang bagi penggunaan dan keperluan keluarga, karena bisa tidak terbatas. Jika seperti itu yang terjadi, susah diketahui tingkat efisiensi dan produktifitas yang optimal. Pencatatan usaha yang lemah berakibat juga pada pemanfaatan dana pinjaman yang tidak tepat sasaran, karena bisa jadi uang pinjaman bukan digunakan untuk memperbesar atau untuk mengembangkan usaha, malah bisa disalahgunakan untuk hal lain yang tidak penting.    

 

Dalam hal investasi, apa yang menjadi catatan jika seseorang melakukan investasi?

Tergantung tujuan yang diinginkan, tetapi pada prinsipnya, uang yang diputar di bisnis atau uang cash harus lebih besar jumlahnya karena bisa diperlukan sewaktu-waktu untuk usaha. Namun jikapun diinvestasikan harus pada instrument insvestasi yang dapat dengan mudah diuangkan kembali, misalnya diinvestasikan pada emas. 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari