Tanggal Hari Ini : 22 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
“Berkunjung ke Nasabah Dapat Oleh-Oleh Ayam”
Selasa, 14 Juli 2015 10:15 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Lokasi unit kami berada di daerah kabupaten baru, yaitu Kabupaten Sabu Raijua, Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur,   yang merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).  

Jarak antara Kantor BRI Cabang Kupang dengan BRI Unit Sabu Seba jika menggunakan alat transportasi berupa Kapal Penyeberangan PT ASDP memerlukan waktu 14 jam. Alternatif  transportasi lain yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan pesawat udara berukuran kecil milik Maskapai Penerbangan Susi Air memerlukan waktu tempuh 1 jam lamanya.  

Sabu Seba merupakan ibukota kecamatan yang kini memiliki potensi ekonomi perikanan yang cukup tinggi. Selain itu, Kabupaten Sabu Raijua juga memiliki potensi yang besar di bidang pariwisata karena memiliki pantai yang indah.

Keberadaan BRI Unit Sabu Seba yang hadir di wilayah ini sangat besar peranannya untuk  mendukung dan membantu masyarakat mengembangkan perekonomiannya,  terutama membantu perekonomian masyarakat yang berada di daerah kecamatan Hawu Mehara, Kecamatan Raijua, Kecamatan Sabu Barat, Kecamatan Sabu Liae, Kecamatan Sabu Tengah, dan Kecamatan Sabu Timur dan sekitarnya.

Selama bertugas di BRI Unit Sabu Seba banyak sekali pengalaman Yudermi Hermanus Ndoen yang terus dikenang hingga sekarang. Berikut penuturannya.

Saya senang bertugas di BRI Unit Sabu Seba. Meski wilayahnya terpencil dan sepi, namun memberikan banyak kenangan kep-ada kami.

BRI Unit Sabu Seba merupakan Unit Pelayanan BRI yang melayani jasa perbankan bagi masyarakat yang tinggal di  dua pulau sekaligus, yaitu masyarakat yang tinggal di Pulau Sabu, dan masyarakat yang tinggal di Pulau Raijua.

Dua pulau kecil ini agak terpencil dan merupakan Daerah Terluar Indonesia di Bagian Paling Selatan yang berbatasan dengan Samudra Hindia.

BRI kabupaten Sabu

Daerah baru ini memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, demikian juga dengan masyarakatnya yang sangat bersahabat dan ramah.

Suatu hari saya sengaja berkunjung kepada para nasabah untuk bersilaturahmi sekaligus menawarkan beragam produk jasa perbankan BRI. Kami diterima dengan sangat baik oleh masyarakat, kami bisa berdiskusi dan saling bertukar pikiran mengenai berbagai hal. Saat berpamitan pulang, seringkali masyarakat memberikan oleh-oleh kepada kami berupa seekor ayam jago, sayuran, bahna kelapa muda,.

Meski kami berupaya untuk menolak oleh-oleh yang diberikan, namun masyarakat dengan penuh harap agar kami tetap membawanya pulang.  

Mereka mengatakan, oleh-oleh ini adalah sebagai tanda mata bagi kami yang mau berkunjung dengan merelakan waktu dan tenaga untuk sampai di rumahnya.

“Saya terpaksa menerimanya dengan senang hati, karena dalam adat masyarakat setempat, pamali (kurang elok) menolak pemberian cinderamata atau oleh-oleh kepada tamu,” ujar  Yudermi Hermanus Ndoen

Pengalaman-pengalaman seperti itu yang membuat Yudermi terharu,  dan kebaikan yang diberikan oleh masyarakat begitu membekas sehingga sulit dilupakan.

“Pengalaman itu membuat saya terharu. Pengalaman seperti ini sulit untuk ditemui di kota atau masyarakat di daerah lainnya.   Pengalaman inilah yang membuat saya merasa berbahagia dan merasa tidak terasing dan betah bertugas di tempat yang terpencil ini,” ujar Yudermis.

Ada beberapa alasan menurut Yudermis yang membuatnya ia bangga bertugas di BRI Unit Sabu Seba. Alasan pertama,  ia  ihklas menerima tugas yang diberikan oleh perusahaan. Tugas ini ia anggap sebagai amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Alasan kedua, kondisi masyarakat yang sangat bersahabat dan ramah sehingga hubungan sosial menjadi lebih dekat, dan hal ini membantu tugas-tugasnya dalam mensukseskan program perusahaan.

“Mengingat bahwa kami tinggal dan beropreasi di daerah terpencil, jarak kadang menjadi masalah. Alat transportasi juga tak semudah di kota besar, harus pandai-pandai membagi waktu dan pandai menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Pernah Yudermi harus berkunjung ke nasabah yang letaknya berada di pedalaman pulau. Untuk menuju ke lokasi yang dimaksud jaraknya kurang lebih 20-30 KM, diperlukan waktu 2-3 jam karena jalan yang menghubungkan ke lokasi yang dituju belum beraspal dan berdebu. Saat pulang dari kunjungan ke nasabah sekujur rambut dan pakaiannya  penuh dengan debu tanah yang berwarna putih.

Menurut Yudermi, bekerja di Unit Sabu Seba sangat  menyenangkan. Meski ia bukan warga asli dari suku setempat tetapi masyarakat dan nasabah serta pemerintah daerah setempat sangat menghargainya. Ia sering diundang untuk mengikuti berbagai acara dan kegiatan. Bahkan sering diundang juga untuk menghadiri rapat yang tidak berkaitan dengan BRI. Misalnya rapat keamanan warga, atau rapat membahas mengenai perayaan tujuh belas agustusan, bahkan mengikuti rapat pembangunan dan lain sebagainya.

  Meski Yudermi hadir hanya dengan menggunakan kendaraan sepeda motor (GL Pro), sedangkan pejabat Pemda yang lain menggunakan mobil ia tidak perlu merasa malu dan minder.

“Saya bangga menjadi bagian dari pekerja BRI yang berada di gugusan paling depan, dan bangga menjadi insan BRI sejati,” ungkapnya.

 

Profil

Nama Lengkap      : Yudermi Hermanus Ndoen

Tempat Tgl Lahir  : Nemberala, 25 Juli 1966

Pendidikan Terakhir    : Sarjana S1/Manajemen

Nama Istri     : Loretha Sanda

Jumlah anak   : 3 orang

Lokasi Tugas Saat ini  : Unit BRI Sabu Seba, Kanca Kupang

Nomor telepon  : 081339405222/0380861060

    

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari