Tanggal Hari Ini : 19 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Investasi Emas, Membeli Masa Depan Dengan Harga Saat Ini
Kamis, 27 Februari 2014 10:02 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Harga emas kini berada dalam posisi yang rendah jika dibandingkan dengan dua tahun lalu, atau dapat disebut tidak mengalami kenaikan harga dalam setahun terakhir. Hal ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk berinvestasi emas.

Menurut analis bisnis emas, Rudy Kurniawan, kondisi emas yang sedang tidak mengalami kenaikan harga pada saat ini merupakan sarana yang tepat sebagai instrument investasi yang sangat menguntungkan bagi masyarakat.

Sebagai perbandingan,  jika pada awal tahun 2011 harga emas sebesar Rp 392.000 per gram, maka pada akhir tahun 2011 harganya melonjak mencapai harga Rp 512.000 per gram, meskipun pada akhir tahun terkoreksi menjadi harga  Rp 478.000 per gram. Dari sini terlihat bahwa harga emas selalu cenderung bergerak naik. Lantas jika saat ini sedang berada dalam ‘harga yang bagus’, inilah  saat yang tepat menggunakan emas sebagai instrument investasi.

Hal senada diungkapkan oleh Direktur Bisnis II PT Pegadaian (Persero), Dijono. Menurutnya, mumpung harga emas sedang turun pada tahun ini, maka membeli emas merupakan langkah yang baik sebagai sarana investasi. “Membeli emas sebagai sarana investasi jangka panjang harus sudah mulai dipikirkan,” ujarnya dihadapan  peserta Seminar Investasi yang diselenggarakan majalah WK beberapa waktu lalu.

Saat ini meski harga emas turun namun transaksi penjualan emas di Pegadaian terus meningkat. Ini menandakan bahwa masyarakat mulai paham berinvestasi emas. Pegadaian menyediakan penjualan logam mulia berbentuk kepingan emas sebesar 5 gram, 10 gram dan 25 gram.

Prinsipnya, dalam investasi emas, lanjut Dijono, harus jangka panjang. Investasi emas memiliki perilaku seperti investasi pada saham, sangat menguntungkan jika dilakukan dalam kurun waktu yang panjang. 

 

5 Kebenaran

Menurut Rudy Kurniawan, ada 5 kebenaran yang patut dijadikan acuan untuk berinvestasi di emas. Pertama emas adalah investasi yang berdiri sendiri yang tidak tergantung pada campur tangan pemerintah atau kinerja dari individu atau lembaga lain. Inilah kekuatan utama emas. Walaupun emas tidak menghasilkan bunga secara langsung, perlu dicatat bahwa melalui suatu periode sepanjang apapun, tingkat suku bunga mata uang akan sejajar dengan harga emas. Dalam masa inflasi, kenaikan harga emas adalah yang terhebat, begitu juga dengan kenaikan suku bunga. Pada masa deflasi harga emas cenderung tetap, sementara tingkat suku bunga akan menurun. Secara historis, emas mencari level harga yang memperhitungkan tingkat inflasi. Ini adalah kompensasi dari status tidak berbunga yang disandangnya.

Kedua, emas adalah satu-satunya komoditas yang dapat digunakan sebagai uang yang dapat menjadi fasilitas untuk konsumsi masa depan. Sebagian besar emas yang pernah diproduksi, tetap ada sampai saat ini baik dalam bentuknya semula maupun yang telah diubah. Anda tidak dapat menemukan hal yang sama pada  komoditas lainnya seperti komodits kacang kedelai atau gula. Emas yang anda beli bisa saja merupakan bagian dari harta karun Roma, atau pernah digunakan oleh Marcopolo ketika mengunjungi China, atau disirkulasikan sebagai mata uang di Barat pada jaman dahulu. Fungsi sebagai uang ini, disebut sebagai pemeliharaan harta oleh emas (asset preservation of gold), membedakan emas dari komoditi yang lain dan memberinya tempat yang tertinggi pada skala nilai.

Ketiga, fakta bahwa emas tetap dipertahankan sebagai aset pada hampir semua bank di dunia, tidak terkecuali oleh bank sentral.

Keempat, nilai emas tidak pernah berubah, nilai melainkan nilai mata uang yang selalu berubah. Satu ekor kambing gemuk yang bisa dibeli di zaman Kenabian Rosulullah Muhammad SAW dengan satu dinar emas emas pada 1400 tahun yang lalu dapat anda beli dengan satu dinar emas saat ini ( 1 dinar setara nilai 4 gram emas dengan kadar 22 karat).

Kelima, emas dapat dijadikan sebagai instrument menjaga kedaulatan ekonomi sebuah Negara. Jika mata uang mengalami kegagalan, emas yang dikumpulkan oleh warga negara akan menjadi basis modal yang dibutuhkan oleh negara tersebut untuk pulih. Konon China dan India adalah Negara yang sulit ‘dipermainkan’ perekonomiannya oleh Negara lain karena kepemilikan emas yang disimpan oleh masyarakatnya. Dua negara ini merupakan pengkomsumsi emas terbesar dunia.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari