Tanggal Hari Ini : 11 Dec 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Kredit Mikro Membangun Ekonomi Bangsa
Rabu, 13 Juni 2012 17:02 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Oleh DR Krisna Wijaya

Kredit mikro diakui mampu membangun perekonomian bangsa melalui skenario dan perannya dalam penyediaan dan dukungan kredit bagi masyarakat yang memiliki usaha mikro dan kecil, dan jumlahnya sangat banyak di Indonesia. Dari sisi skala usaha yang ada, di Indonesia diklasifikasikan beberapa bisnis berdasarkan kelompok usaha besar, kelompok usaha menengah, kelompok usaha kecil dan mikro. Kenyatan menunjukkan bahwa di semua negara, termasuk di Indonesia, populasi bisnis berskala mikro dan kecil menempati urutan teratas, di Indonesia jumlah usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) mencapai 50 juta usaha lebih. Luar biasa.

Jumlah  usaha mikro dan kecil jauh lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan usaha berskala menengah dan besar. Jika kita fokus melihat potensi yang ada,  tentulah kita akan segera bersepakat bahwa usaha mikro dan kecil yang sedemikian banyak jumlahnya itulah yang sesungguhnya men­jadi motor utama penggerak pembangunan perekonomian Indonesia.

Pemikiran inilah yang seharusnya mengantarkan kepada setiap pengelola negara, baik ditingkat wilayah maupun nasional untuk memberi perhatian yang lebih serius pada usaha-usaha berskala mikro dan kecil melalui dukungan program dan ‘langkah’yang tepat.Hasil dari semua langkah itu bergan­tung pada kesesuaian kebutuhan riil usaha yang dibutuhkan oleh masyarakat. Namun yang terpenting ada 4 kebutuhan mendasar yang harus diperhatikan agar UMKM dapat eksis dan berkembang usahanya.

Pertama, tersedianya lahan usaha/tempat yang memadai. Kedua, tersedianya sumber daya manusia yang terlatih dan prfesional untuk menjalankan usaha. Ketiga, tersedianya teknologi tepat guna dan daya guna, dan keempat, modal.Jika hendak membangun UMKM, hendaknya harus dilihat dari keem­pat perspektif tersebut, tidak boleh sepotong-sepotong atau, hanya mendukung satu saja. Sebab, mengabaikan satu faktor saja dari keempat faktor tersebut sama saja dengan membiarkan langkah yang telah dirancang tidak akan berjalan dengan baik. Kalaupun berjalan, hasilnya tentulah akan jauh dari yang diharapkan.

Kredit Mikro

Khusus mengenai permodalan, bagi usaha mikro dan kecil,  mereka sebenarnya telah mengenal permodalan sejak awal usahanya didirikan. Pertama, modal sendiri, modal yang dimiliki dari hasil simpanan atau modal yang telah disiapkan untuk usaha. Kedua, modal dari luar, berupa pinjaman, baik pinjaman dari keluarga, teman, orang-orang yang dikenalnya, dengan syarat dan ketentuan yang telah disepakati bersama. Modal dari luar yang lain dapat berupa pinjaman dari bank atau intitusi jasa keuangan lainnya.

Pada skala tertentu, usaha yang mulai tumbuh memerlukan dukungan permodalan yang memadai. Mereka, para usaha mikro dan kecil biasanya mulai menggunakan jasa perbankan atau isntitusi jasa keuangan lainnya untuk mendukung kegiatan usahanya dengan menyediakan ‘kredit’ yang diperlukan. Pada tataran inilah biasanya perso­alan kerap muncul. Kerumitan prosedur dan timpangnya aturan main sering me­nyebabkan banyak usaha mikro dan kecil justru terbelit dalam berbagai persoalan.

Pengusaha mikro dan kecil, dengan berbagai kesibukan dan terbatasnya pengetahuan yang dimiliki ‘sebenarnya’ memerlukan tersedianya fasilitas permodalan yang lebih mudah dikelola, terencana dan terukur. Dari sinilah kemudian mun­cul mekanisme kredit mikro, yaitu kredit dalam skala mikro dan kecil yang disalurkan kepada usaha-usa­ha mikro dan kecil.

Kecilnya kredit di sini bukan­lah karena pembatasan nilai kredit atau pinjaman, melainkan karena kebutuhan modal usaha tersebut memang relatif kecil. Meskipun jumlahnya modal yang diperlukan kecil, tetapi karena jumlahnya banyak, potensi dana yang diperlukan untuk mengembangkan usaha mikro dan kecil di Indonesia sangat luar biasa besar.

Kini perbankan nasional melihat usaha mikro dan kecil sebagai kue besar yang diperebutkan bersama. Di luar itu, tentu kita ingin melihat di masa men­datang pengusaha mikro dapat berkem­bang lebih cepat menjadi pengusaha kecil, dan pengusaha kecil meningkat menjadi pengusaha menengah, dan usaha menengah dapat menjadi usaha-usaha besar.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari