Tanggal Hari Ini : 19 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Investasi di Emas Jangan Kehilangan Momentum (lagi)
Jumat, 08 Juni 2012 14:16 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Ketika inflasi dan stabilitas ekonomi mengancam, tidak ada pilihan terbaik untuk berinvestasi, selain investasi emas. Momentum untuk itu kini telah datang, dan jangan kehilangan (lagi).

Selama ribuan tahun, emas telah berfungsi sebagai perhiasan, mata uang global, dan  instrument investasi. Emas Sebagai instrument investasi  perannya sempat surut ketika pasar keuangan berkembang pesat selama 1980-an dan 1990-an, mengakibatkan banyak investor  kurang memperhitungkannya lagi. Tapi sepuluh tahun terakhir ini nampaknya keadaan mulai berbalik kembali dan menjadi era kebangkitan emas sebagai instrument investasi yang menguntungkan, ada banyak alasan mengapa para Investor dan lembaga di seluruh dunia kembali berinvetasi emas.

Pada kondisi turbulence dan tidak pasti, biasanya ada 'flight to quality' karena para investor berusaha untuk melindungi nilai asset mereka dengan pindah ke asset yang dianggap lebih aman untuk menyimpan nilai. Emas merupakan salah satu instrument investasi yang tidak bergantung pada janji Emiten untuk membayar, menawarkan perlindungan dari risiko default dan memberikan jaminan terhadap fluktuasi ekstrim yang sering terjadi dalam pasar keuangan yang tidak menentu.

 

Lebih Prospektif

Saat ini  masih sangat sedikit orang yang mengetahui atau mencermati perilaku harga emas, yang akhir-akhir ini terus merangkak naik hingga mencapai Rp 445.000 per gram pada pertengahan Juli 2011, kenaikan yang lebih banyak hanya membuat sebagian besar  orang terheran-heran  dan takjub  akan tetapi tidak pernah mengecap keuntungan darinya,  bahkan secara tidak sadar nilai asset nya malah semakin terkuras.  

Kenaikan harga emas ini bahkan berakibat buruk terutama bagi  masyarakat yang berpenghasilan tetap seperti PNS dan kaum Buruh, yang kenaikan penghasilannya sering berkejaran dengan laju inflasi sehingga setiap ada kenaikan penghasilan hanya sekedar perubahan jumlah nominalnya saja sementara daya belinya cenderung tetap bahkan berkurang bila dibandingkan dengan nilai emas.

20 tahun yang lalu harga 1 gram emas ada di kisaran  Rp. 25.000, dan uang sejumlah tersebut waktu itu memiliki daya beli (cukup untuk membeli ) seperangkat pakaian olah raga, mulai dari sepatu, kaos kaki, celana olah raga dan kaos olahraga, (waktu itu masih-masing berharga sekitar  13.000, 1000, 4000, dan 7000). Sementara sekarang ini,  uang Rp 25.000,- mungkin hanya cukup untuk membeli kaos kakinya saja. Nominalnya tetap tetapi daya belinya jauh berkurang. Hal ini berbeda apabila kita menghitung daya belinya dengan satuan emas. Emas seberat 1 gram saat ini berharga Rp 445.000,- dan ternyata uang sejumlah tersebut apabila kita belikan seperangkat pakaian olah raga, masih cukup. Hasil yang hampir  sama dengan  20 tahun yang lalu.Iliustrasi diatas menunjukan kepada kita bahwa emas memiliki nilai tukar yang ajeg dengan kata lain emas terbukti memiliki fungsi untuk memproteksi nilai asset kita.

Fakta bahwa emas memiliki fungsi proteksi nilai yang lebih kokoh dengan time horizon yang lebih lama adalah :  1400 tahun yang lalu, Rosululllah Muhammad membeli seekor kambing dengan harga satu Dinar, satu Dinar setara dengan emas 22 karat, berat 4,25 gram, kalau di rupiahkan saat ini nilai satu Dinar setara dengan 22/24 X 445.000 X 4,25 = 1.733.000,- . Uang sejumlah tersebut saat ini  tetap lebih dari cukup untuk membeli seekor kambing yang besar.

Dari dua iliustrasi diatas dan berdasarkan analisis sederhana terhadap trend kenaikan harga emas. Bulan Juli ini merupakan momentum awal Time To Buy untuk komoditas emas sebagai alternatif investasi atau paling tidak untuk memproteksi nilai asset kita. Jangan sampai kita kehilangan momentum dan hanya bisa terkaget-kaget dengan kenaikan harga emas.

Apabila kita cermati grafik perkembangan harga emas sejak tahun 1990 sampai dengan 2011, menunjukan trend yang meningkat, harga emas terlihat seperti terus menerus dalam kondisi “Bull Market” terlebih sejak tahun 2001.  Dengan rata rata kenaikan pertahun 13 % (lihat grafik). Berdasarkan grafik  di atas apabila time horizonnya diperpendek menjadi 5 tahun terakhir, maka rata-rata kenaikan harga emas pertahunya adalah 20 %.

Untuk lima tahun terakhir ini emas seakan menjadi instrument investasi yang tak terkalahkan dibandingkan dengan intsrumen lain. Karena peningkatan nilainya melebihi rata-rata instrument investasi yang lain, akan tetapi  masyarakat kita selaku investor individual maupun korporasi masih memperlakukan emas hanya sebagai  fortofolio diversifier, belum mendudukannya sebagai mains instruments.  Kondisi ini tidak bisa dipersalahkan karena investor kita banyak yang kurang mengerti tentang kinerja instrument ini karena informasinya yang kurang dipublish, dan masih muncul salah persepsi yang disebabkan belum efisiennya perdagangan emas di negara kita. Terlebih juga karena adanya pengalaman masa lalu utamanya periode sebelum 1997-1998. Pada periode  sebelum tahun tersebut  fluktuasi  harga emas cenderung moderat karena hampir sejalan dengan laju inflasi.

Alasan lain yang mendasari perkiraan saya bahwa Bulan Juli ini sebagai time to buy emas adalah  berdasarkan  analisis sederhana perkembangan harga emas  5 tahun terakhir rata-rata perbulan sebagai mana graik di bawah ini Apabila kita cermati perkembangan harga emas tahunan perbulan, sacara rata-rata terlihat bahwa sudut / slove kenaikan harga emas antara semester 1 dan semester dua selalu lebih besar di semester dua. Bisa disimpulkan kenaikan harga emas setiap tahun lebih banyak terjadi dan meningkat lebih tinggi adalah pada semester kedua setiap tahun.

Tidak berlebihan apabila kemudian banyak analis komoditas international yang memprediksikan harga emas akhir tahun 2011 bisa menyentuh level Rp 480.000. Banyak alasan yang mendasari prediksi  harga tersebut, salah satunya adalah analisis Goldman Sach (desember 2010). Ia memprediksikan harga emas tahun 2011 akan menyentuh angka $ 1.690 per once, ( Rp 462.000 per gram ) dengan alasan : Suku bunga di Amerika akan menurun di 2011, dan kemungkinan akan ada lagi Quantitative easing, yang akan mendorong harga emas naik.

Managing Director of Barclay Capital, Paul Horsnell pada November 2010, memprediksikan : Harga emas tertinggi akhir tahun 2011 adalah $ 1.850 per once ( Rp 505.000 per gram) dengan alasan adanya koreksi terhadap tekanan harga emas sebelumnya.

 

Pilihan Investasi Emas

Ada berbagai pilihan yang  semakin luas tersedia untuk para investor yang ingin membeli emas, atau mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga emas.  Mulai dari Perhiasan emas, koin emas,  emas batangan,  saham perusahaan pertambangan emas dan berbagai  produk-produk keuangan terstruktur yang kompleks yang berbasis emas. Cara yang paling cocok akan tergantung pada persyaratan dan pandangan dari para investor sendiri.

Kalau ingin coba-coba dan lebih mempertimbangkan safety-nya tentunya yang disarankan adalah invest dalam bentuk fisik emas / emas batangan logam Mulia. Lebih recommended yang bersertifikasi international. Selain bisa di beli di PT Antam. Bagi Anda yang jauh dari Jakarta tetap bisa mendapatkannya di seluruh outlet Pegadaian. Karena ternyata Pegadaian sekarang ini bukan hanya tempat untuk menggadaikan tetapi juga menjadi tempat yang trusted untuk mendapatkan emas batangan. Segera invest emas, jangan kehilangan momentum.

 

Rudy Kurniawan

Konsultan Investasi Emas

Penulis Buku : Kemilau Investasi Emas

Manajer Galeri 24 Pegadaian

Ketua Umum Himpunan Profesi Penaksir Indonesia (HPPI)

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari