Tanggal Hari Ini : 19 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Kartu Kredit Gampang Dapatnya Susah Bayarnya
Kamis, 24 Mei 2012 12:08 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian yang menimpa seorang nasabah kartu kredit beberapa pekan lalu mengingatkan kita tentang maraknya kredit macet dari para pemegang kartu kredit di Indonesia. Berdasarkan sumber data statistik perbankan nasional hingga Pebruari 2011 lalu kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) kartu kredit perbankan nasional mencapai Rp 1,52 triliun, angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan NPL yang terjadi pada tahun 2010 yang mencapai Rp2,023 triliun.

Mengapa NPL besar tetapi kartu kredit tetap marak dipasarkan oleh penerbit kartu kredit dan perbankan, bahkan terang-terangan diiklankan besar-besar di media nasional, TV, internet, bahkan tak tanggung-tanggung melalui pemasaran langsung di mall-mall atau pusat perbelanjaan.

Banyak yang berseloroh, karena bisnis kartu kredit untungnya sangat besar. Tengok saja, jika anda menggesek kartu kredit anda untuk mendapatkan modal atau membayar belanja barang yang anda beli, maka  bunga pinjaman dari dana yang harus anda bayar minimal 2,5% - 3% per bulan. Banyak yang menyepelekan dengan menunda-nunda pembayaran hutang kartu kredit, tahu-tahu akumulasi hutang telah membengkak, dan kemampuan membayar hutang sudah tidak sebanding lagi dengan income yang diterima.

Jika ‘pasak lebih besar daripada tiang’ alasan yang paling rasional untuk menghindari tanggungjawab membayar hutang dari kartu kredit adalah dengan tidak membayar, padahal kredit melalui kartu kredit bukan seperti pinjam ke ‘emak’ yang boleh dibayar seeenaknya. Ia adalah modal yang dapat beranak pinak. Sehingga tak heran jika Irzen Octa sempat kaget, mengapa hutangnya jadi membengkak.

Disain awal kehadiran kartu kredit adalah untuk mempermudah pengguna dalam melakukan transaksi baik untuk berbelanja ataupun pembayaran tagihan lainnya seperti : tagihan asuransi, tagihan jasa rumah sakit, membeli tiket penerbangan, atau tagihan segera lainnya yang saat itu tidak memungkinkan untuk membayar secara tunai, sehingga dialihkan ke tagihan kartu kredit, dan segera melakukan pembayaran saldo tagihan kartu kredit secara keseluruhan pada periode bebas bunga, sehingga tidak memiliki hutang dengan bunga yang memberatkan.

Tetapi perbankan juga harus mengedukasi masyarakat dan nasabahnya, dengan secara selektif memberikan kartu kredit yang benar-benar memiliki kemampuan. Jangan seperti sekarang, kartu kredit diobral hanya dengan berbekal KTP dan slip gaji asal-asalan.

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari