Tanggal Hari Ini : 22 Feb 2019 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Wisdom dari Praktisi Wirausaha Peluang Usaha & Uang
Senin, 30 April 2012 15:27 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Oleh H. Harun Arasid, Pebisnis Furniture 

Uang dan peluang usaha. Kedua-duanya banyak dicari orang. Namun sebagian besar orang pasti memilih uang, dengan alasan ujung-ujungnya sebuah peluang usaha yang dicari juga uang. Uang akan datang dengan sendirinya jika kita memiliki kemampuan menciptakan dan menangkap peluang-peluang usaha yang ada. Peluang usaha mampu menciptakan uang, tetapi belum tentu uang yang kita miliki dapat menciptakan peluang usaha yang menarik. 

Peluang usaha, ada di mana-mana. Sejak manusia bangun tidur, melihat bantal, sarung bantal, sprei, kasur, daun pintu kamar, asesoris kamar, kemudian masuk ke kamar mandi, di situ ada sabun, pasta gigi, ada toilet dan perlengkapannya, serta baju mandi, kimono, handuk, dan lain-lain. Jika dihitung-hitung, semua kegiatan manusia menghasilkan peluang usaha yang besar dan banyak jumlahnya. Saat ini masih banyak diantara kita yang hanya mencari uang, bukan mencari peluang.

Bagaimana cara menangkap peluang? Ilustrasinya sangat sederhana. Keluar rumah, bertemu dengan saudara atau teman juga  dapat menghasilkan peluang usaha. Saat jalan-jalan ada rumah dijual, kemudian membantu menjual rumah tersebut juga peluang usaha. Bertemu kawan lama ada informasi tanah dijual juga peluang. Bertemu teman-teman masa sekolah atau teman sekantor untuk membuat usaha-usaha baru juga menghasilkan peluang, yang penting, bagaimana menangkap peluang tersebut. Karena itu begitu peluang datang, maka harus ada keberanian untuk menangkap, memulai, dan melaksanakan.

Jangan memikirkan peluang usaha terlalu rumit sehingga membunuh keberanian untuk mencoba. Ketakutan untuk mencoba peluang sebaiknya diumpeten saja di bawah kepala kita sehingga tidak merusak nyali keberanian kita sendiri untuk menangkap dan menjalankan peluang yang ada.

Soal menangkap peluang, berkacalah kepada orang-orang sukses yang mampu menciptakan peluang. Banyak pebisnis yang mengolah bahan baku menjadi peluang usaha baru yang menghasilkan uang. Mindset mencetak peluang usaha ini lebih penting dari sekedar bagaimana cara mencari uang. Inilah yang harus didengung-dengungkan kepada siapapun yang ingin sukses berwirausaha.

Dalam mindset mencari dan menangkap peluang, uang yang bekerja untuk kita, bukan kita yang bekerja untuk uang. Praktek sederhana tentang hal ini dilakukan pernah saya lakukan ketika mengembangkan dan memasarkan  produk-produk furniture milik saya. Saya sadar bahwa produk furniture milik saya belum dikenal secara luas oleh kalangan perhotelan, maka saya  tidak menawarkan spring bed baru kepada hotel-hotel, tetapi menawarkan servis gratis jika ada spring bed yang rusak atau perlu perbaikan. Di sinilah peluang itu muncul. Pertama, kesempatan untuk berkenalan secara lebih dekat dengan pengelola hotel dan manajemennya, dan yang kedua peluang adanya informasi berbagai produk furniture yang sering dibutuhkan oleh hotel tersebut.

Saya pernah menerima servis spring bed 5 buah dalam sehari di sebuah hotel. Saya katakan kepada team saya yang memperbaiki spring bed tersebut  bahwa semuanya gratis, bahkan kami memberikan bonus berupa meja kecil yang dapat diletakkan di kamar hotel tersebut.  

Saat itu, saya memang sedang tidak mencari uang, tetapi sedang mencari peluang, sehingga yang terjadi adalah begitu banyak peluang yang datang sesudahnya.

Tidak semua peluang mudah dijalankan, benar. Tetapi, setiap kesulitan pasti ada peluangnya. Contoh cerita sederhana ini barangkali dapat menjelaskan tentang hal ini. Dua orang pengusaha sepatu pergi ke Afrika untuk membuka pasar baru. Tiga hari setelah kedatangan mereka, salah seorang pengusaha berkata, "saya pulang ikut penerbangan besok pagi. Tidak bisa menjual sepatu di sini. Semua orang bertelanjang kaki." Pada saat yang sama, pengusaha yang lain menelpon bawahannya di pabrik, "segera siapkan sepatu untuk kita kirimkan ke sini, prospeknya sangat bagus dan tidak terbatas. Tidak ada yang memakai sepatu di sini!" katanya penuh semangat.

Cerita ini bisa saja terjadi di keseharian kita, tergantung bagaimana cara memahami arti sebuah kesulitan, hambatan,  dan peluang.  Stephen R. Covey dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People menyatakan bahwa kita melihat dunia, bukan sebagaimana dunia apa adanya, melainkan sebagaimana kita adanya atau sebagaimana kita dikondisikan untuk melihatnya. Oleh karena itu, jika melihat peluang, jangan terlalu lama didiskusikan, tetapi cobalah. Karena jika terlambat mencoba, maka orang lain yang akan memanfaatkan peluang tersebut.  Karena semua manusia dibekali mata yang sama, telinga yang juga sama untuk melihat sebuah peluang, yang berbeda adalah kejeliannya dan kecepatannya untuk bertindak.

Bagaimana sebuah peluang menjadi realitas bisnis sukses, cobalah perhatikan kembali lingkungan sekitar anda dan pandanglah secara berbeda. Kalau anda jeli, anda akan

melihat bahwa sesungguhnya peluang itu ada di sekitar kita. Setelah itu, segeralah bertindak, dan buka usaha anda. Tak ada jalan lain, satu-satunya cara kita mengetahui apakah peluang itu berhasil atau tidak adalah dengan memberanikan diri untuk memulai usaha atas peluang yang telah kita temukan. Masih belum berani juga? Cobalah. Kali ini dengan keyakinan penuh untuk menangkap peluang dengan segera, dan segera buka usaha.

 

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari