Tanggal Hari Ini : 22 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Mari Menghitung Pajak Kita
Kamis, 20 Oktober 2011 10:39 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Hinggar bingar kasus Gayus, makelar pajak yang mencoreng seluruh keluarga besar Direktorat Jenderal Pajak, mari kita lupakan. Kini kita konsentrasi menjadi pengusaha yang baik, dimulai dari usaha skala mikro, kecil dan menengah, sebagai pembayar pajak yang taat.

Bagi perusahaan yang terdaftar sebagai wajib pajak memiliki beberapa kewajiban, antara lain membuat laporan surat pemberitahuan pajak penghasilan (SPT PPh) 21 secara berkala setiap bulan, serta menyampaikan laporan SPT tahunan pajak.

Saat ini cukup banyak software akuntasi yang menyediakan fasilitas penghitungan pajak. Jika anda ingin mengetahui lebih dalam tentang perpajakan, juga dapat mengikuti berbagai workshop cara penghitungan pajak bagi diri anda dan usaha anda.

Mengapa pajak harus kita hitung dan kita bayar. Karena melalui pajak inilah pemerintah membiayai pembangunan.

Biasa dibayangkan berapa besar potensi dan kemampuan negara membangun negeri ini  jika seluruh pengusaha UKM memiliki kesadaran membayar pajak dengan baik. Potensinya sungguh sangat luar biasa. Belum lagi jika kelak pengusaha mikro dan kecil ini akan tumbuh menjadi usaha menengah dan besar.

Pemerintah saat ini sedang melakukan ekstensifikasi pajak dengan melakukan sosialisasi dan kesadaran membayar pajak, khususnya pajak bagi para UKM.

 Direktur Jenderal Pajak, Mochamad Tjiptardjo, kepada pers awal Oktober 2010 lalu mengungkapkan akan meningkatkan potensi penerimaan pajak dari  sektor usaha kecil dan menengah (UKM).

Ia akan memberikan perhatian yang lebih kepada UKM sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara khususnya di sektor pajak. Para pengusaha seperti peternakan ikan, pemilik toko-toko, sewaan kios, dan usaha sektor informal lainnya yang berjumlah jutaan akan dikenakan pajak dengan rate khusus.

Tjiptardjo menuturkan, dampak yang ditimbulkan dari kasus Gayus berpengaruh sangat besar terhadap kepercayaan masyarakat membayar pajak.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari