Tanggal Hari Ini : 17 Dec 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Pajak Khusus Bagi UKM Mengapa Tidak ?
Kamis, 20 Oktober 2011 10:40 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Kontribusi UKM di Bidang Perpajakan belum optimal? Ah yang benar. Ternyata kesulitan dalam menghitung pajak, merupakan salah satu yang sering dikeluhkan dan ditakuit sebagian besar masyarakat bila berhubungan dengan kantor pajak.

Sampai-sampai ada kelakar tentang pajak ”dua hal yang paling ditakuti manusia yaitu kematian dan pajak”. Bukan hanya wajib pajak (WP) orang pribadi, tetapi juga wajib pajak perusahaan /badan mengalami hal yang sama. Padahal, bagi perusahaan baik perusahaan itu pada skala kecil dan menengah maupun perusahaan besar sekalipun  memiliki  kewajiban membuat laporan keuangan dan juga harus memenuhi kewajiban perpajakannya.

Anda yang sebagai pribadi maupun pelaku bisnis, pada saat sekarang diharuskan memenuhi kewajiban pajaknya. Misalnya harus memiliki NPWP. Kemudian jika Anda akan membuka rekening giro di bank ditanyakan NPWP, permohonan kredit modal kerja akan ditanya juga Bukti Laporan Pajak Tahunan , dan lain-lain. Sehingga mau tidak mau, siapapun akan berhububungan dengan pajak dalam kegiatan sehari-harinya.

Di dalam sebuah perusahaan, Laporan keuangan adalah alat mengetahui perkembangan usaha dan untuk kepentingan stakeholders, laporan keuangan juga sumber data yang dijadikan dasar dalam menghitung pajak.

Dalam praktik sehari-hari, sangat sering Wajib Pajak bertanya, berapa pajak yang harus dibayar ? Namun demikian sebagian masyarakat  tidak terlalu penting mengetahui bagaimana proses penghitungannya. Asalkan sudah  sesuai dengan jumlah yang diinginkan, maka akan dibayar pajaknya. Hal ini akan merusak sistem penghitungan pajak yang sudah terformulasi.  Sesungguhnya dalam proses penghitungan pajak tersebut yang akan menghasilkan jumlah pajak yang adil yaitu dalam artian bahwa pajak tersebut tidak memberatkan wajib pajak, tetapi wajar dan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena formula pajak  tersebut sudah diundangkan dalam UU Perpajakan. n Penulis adalah Senior patner for Taxation, STAMCO Consulting (member of PT STAMCO INDONESIA) dan Dosen Senior Fak.Ekonomi Univ. Mercu Buana Jakarta

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari