Tanggal Hari Ini : 19 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Krisna Wijaya : Semua Itu Sulit Sebelum Menjadi Mudah
Senin, 17 Oktober 2011 14:16 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Memperoleh kredit dari perbankan, tidak mudah, juga tidak sulit. Keduanya memiliki jarak yang sama (peluangnya)  dengan perbankan. Kredit bukan sesuatu yang gampang, jika syarat-syarat yang diperlukan oleh perbankan belum atau tidak dapat dipenuhi oleh calon nasabah. Namun bagi yang telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh perbankan, kredit sangat mudah dikucurkan oleh perbankan.  Semua itu sulit, sebelum menjadi mudah.

Jika ada yang mengatakan, bagaimana sebuah kredit dibilang mudah,  sementara syarat-syarat sepertinya (sudah)  terpenuhi, tetapi  kenyataannya (masih) sulit memperoleh kredit perbankan, saya ingin tegaskan di sini bahwa bank bukanlah satu-satunya sumber untuk mendapatkan pembiayaan, dan masih banyak sumber-sumber pembiayaan yang lain.

Bank juga bukan satu-satunya faktor yang dapat mendukung sebuah usaha berjalan dengan baik. Justru jika seseorang pengusaha mampu mensinergikan faktor-faktor produksi yang lain dengan baik dan optimal, maka usahanya akan berkembang dengan baik. Soal sumber  pembiayaanpun, sebuah usaha bukan hanya melulu mendapatkan sumber pembiayaan dari perbankan. Sebuah usaha, khususnya yang skala mikro dan kecil dapat memperoleh pembiayaan melalui sumber-sumber pembiayaan yang lain, misalnya dari keluarga, sanak saudara, teman, bahkan ada yang melalui koperasi simpan pinjam, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) atau jasa keuangan lainnya    

Memperoleh Kredit Tidak Sulit

Cara memperoleh kredit tidaklah sulit. Ah yang benar. Benar kalau kita mempersiapkan lebih awal. Sama dengan menjadi sopir itu tidak sulit, kalau mau belajar mengendarai kendaraan dengan benar, kemudian memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM) A, B, hingga kemudian memperoleh SIM B2 yang khusus SIM untuk sopir truk. Cara memperoleh kredit di perbankan juga seperti itu, mudah jika kita mau mengkonsentrasikan dengan baik.

Cara memperoleh kredit diperbankan tidaklah sulit. Sekali lagi hal tersebut masih dapat dibantah, tetapi berdasarkan pengalaman saya yang bekerja sebagai praktisi di perbankan lebih dari 25 tahun  rasanya  tidak tepat jika mengatakan memperoleh kredit itu sulit, yang benar adalah, tidak tepat, atau belum waktunya. Jika anda melakukan persiapan-persiapan sejak awal untuk memperoleh kredit di bank, maka bank akan memberikan kredit yang anda perlukan setelah semua syaratnya terpenuhi.

Hingga hari ini tidak banyak orang-orang yang memperoleh kredit dari perbankan mau menceritakan kisah suksesnya memperoleh kredit tersebut kepada orang lain. Persoalannya sederhana, karena memperoleh kredit adalah kebanggan dan mereka takut kebanggan itu tidak lagi menjadi sesuatu yang ekslusif setelah diceritakan kepada yang lainnya.

Kredit Bergerak Berdasarkan Rasionalitas 

Kredit diberikan oleh perbankan berdasarkan rasionalitas.  Meski ada kedekatan emosional, koneksi atau apalah namanya, tetapi tetap berdiri di atas rasionalitas. Misalnya ada seseorang yang biasa mengambil kredit dari Bank A, kemudian ia mengenalkan seorang temannya tersebut kepada Bank A, maka hal tersebut tidaklah salah.

Ada yang mungkin bertanya, okelah kalau susah memperoleh kredit karena jumlah (kreditnya)  besar, bagaimana dengan kredit mikro yang jumlahnya tidak banyak? Apakah tetap (sulit). Jika bicara kredit, bukan ukurannya dan kegunaannya yang diperdebatkan, tetapi syarat-syarat yang berlaku umum. Menjadi tidak sulit jika syaratnya terpenuhi.

Symplikasi Kredit 

Banyak orang yang mensymplikasikan (menyederhanakan) kredit dengan tabungan. Mengapa kalau menabung mudah, sementara jika mengajukan kredit sulit. Ini yang kurang dipahami oleh masyarakat. Tabungan dan bank, kredit dan bank, keduanya memiliki aturan yang berbeda.  Jika menabung, dimana saja orang dapat menabung tidak ada masalah. Peraturannya juga tidak ada hal-hal detail yang rumit, tetapi berbeda dengan kredit. Kalau syarat kredit ada ketentuan  yang mengatur sahnya perjanjian kedua belah pihak, antara lain sudah akil baliq, atau telah menikah, ada juga kredit yang berazazkan domisili dan wilayah hukum. Sementara jika menabung tidak menggunakan syarat-syarat seperti itu.

Lantas ada juga yang memiliki teori seperti ini. Untuk memperoleh kredit dari bank,  pengalaman memperoleh kredit dari perbankan lain sangat penting, sehingga ada yang pernah beranggapan bahwa mendapat kredit dari bank (apapun banknya, berapapun jumlahnya) merupakan hal penting,  yang penting lancar membayarnya, maka proses berikutnya (untuk mengajukan kredit ke bank lain) ditengarai  akan lancar.

Tetapi hal tersebut bisa benar bisa tidak. Biasanya, jika kasusnya seperti itu ada bank yang hanya ingin mempercepat kesimpulan untuk mempercayai kredibilitas calon nasabah, tetapi sebenarnya yang sering terjadi adalah seperti ini : Nasabah dari bank besar ke bank kecil itu mudah, namun tidak pernah mudah dari nasabah bank kecil, atau BPR  untuk menjadi nasabah ke bank besar.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari