Tanggal Hari Ini : 22 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Rubrik : GALERI BISNIS MIKRO
Kamis, 12 Mei 2011 22:27 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Dunia Usaha Mikro

dan Kompetensi Jalanan

(Bagian Ke-2) 

 

Oleh :  M. Ch Amien

 

       Tidak hanya ”Bang Unik” saja yang menilai informasi dan relasi sebagai modal dasar, atau modal utama usaha, namun penulis yakin  semua pengusaha juga demikian. Itu sangat mudah dimengerti karena  tanpa dua unsur tersebut suatu kegiatan bisnis tidak dapat dijalankan.

Relasi tidak terbatas hanya pelanggan atau customer saja, tetapi semua stake-holder, yang  tentu saja, ikut andil dalam pengembangan bisnis. Itulah pentingnya pebisnis harus selalu terjun ke lapangan, tidak cuma duduk di belakang meja. Karena faktor penting berkaitan  dengan relasi adalah kepercayaan. Tanpa kepercayaan mustahil kita akan memperoleh relasi. Sebaliknya, dengan kepercayaan, relasi akan sepenuhnya mendukung kita dalam banyak hal. Kita harus bisa dipercaya oleh para relasi. Ini mutlak.  

’Bang Unik’  tidak pernah mengambil pinjaman dari bank karena kebutuhan permodalannya sudah dipenuhi para relasi non bank, yaitu pelanggannya.

Namun Pak Agus, wirausaha ikan hias dan ikan konsumsi, dapat maju dan berkembang pesat berkat pinjaman dari 2 bank yang telah lama menjadi relasinya.  

Pak Mulyono, kontraktor dan developer kelas kecil, selalu memperoleh bantuan dari supplier atau toko bahan bangunan, sehingga tidak perlu modal uang lagi, karena sudah sangat terpercaya.

       Pertanyaan yang sering muncul adalah, bagaimana membangun kepercayaan diri bagi orang lain? Pengalaman menunjukan ada tiga unsur pembangun kepercayaan, yaitu kompetensi, integritas, dan intimasi.

 

Kepercayaan Sebagai Modal

       Kita  percaya kepada orang lain karena masing-masing orang memiliki kompetensi yang berbeda-beda. Kita percayakan anak kita untuk belajar kepada guru yang kompeten. Kita akan menyuruh orang memperbaiki komputer kepada orang yang kita anggap dapat memperbaki komputer. Singkatnya, kita mempercayai orang lain karena ada kompetensi yang dimiliki

 ”Bang Unik’ sengaja memodifikasi mogenya sedemikian rupa,  untuk mengungkapkan sebagian kompetensi yang dijualnya. Walaupun seseorang  kompeten di banyak bidang, tetapi kalau sering ingkar janji, atau tidak jujur, maka kepercayaan yang diberikan padanya akan luntur.

Selain kompeten juga harus memiliki integritas, artinya apa yang diucapkan dan apa yang dipikirkan harus sama dengan apa yang dilakukan/diamalkan. Sering kita dibuat jengkel oleh teman yang banyak omong tetapi tidak melakukan apa-apa. Sering juga ibu-ibu dibuat jengkel dan tidak percaya lagi kepada tukang jahit, karena janjinya meleset melulu. Sering pihak bank  dibuat jera oleh debiturnya yang hanya janji-janji melulu dalam membayar bunga dan angsuran pokok kredit, sehingga periode berikutnya  kredit tidak diberikan lagi.

      Dua unsur di atas tidaklah cukup kalau tidak ada unsur ketiga, yaitu intimasi atau kedekatan. Bagaimana orang tahu dan bisa menilai kalau  tidak pernah tampil, tidak gaul, atau  tidak dekat. Kedekatan merupakan faktor yang amat penting.  Misalnya, dalam rangka memperoleh kredit maka pengusaha harus mendekati bank. Dan sebaliknya, kalau bank ingin memperoleh debitur yang baik, maka bank juga harus mendekati calon debitur tersebut. Bank harus turun ke jalan. Turun ke lapangan, turun melihat dengan kepala sendiri dan membuktikan bahwa mereka baik n. (Bersambung)



comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari